|
Dalam sebuah pesta yang meriah, seorang kader partai yang kini duduk sebagai anggota dewan mendapat ucapan selamat dari seseorang yang mengaku sebagai teman lamanya. ''Selamat! Anda kini sudah terpilih menjadi wakil rakyat,'' katanya. ''Terima kasih. Anda siapa ya?'' Tanya si kader partai itu sambil mengingat-ingat. ''Kayaknya saya pernah melihat wajah Anda sebelum ini,'' tambahnya. ''Betul sekali,'' kata seseorang itu. ''Saya kan pernah lama satu blok di penjara yang Anda huni lima tahun lalu karena kasus korupsi,'' jelasnya. BERSUAMI POLITIKUS Laila baru seminggu menikah dengan seorang pria idamannya, tetapi sudah minta saran ke lembaga penasihat perkawinan di kotanya. ''Anda kan masih pengantin baru. Kenapa sudah datang ke sini? Apa sih pangkal persoalannya?'' kata seorang penasihat perkawinan. ''Betul Pak saya masih pengantin baru. Masalahnya adalah, suami saya itu seorang politikus,'' jawab Laila. ''Memangnya kenapa kalau suami seorang politikus,'' tanya penasihat itu lagi dengan nada penasaran. ''Suami saya itu benar-benar telah membuat saya frustrasi. Setiap malam dia hanya duduk di tempat tidur. Dia tidak melakukan apa-apa, tapi janji, janji, dan janji melulu. Saya kesal Pak!'' kata Laila. ALASAN TIDAK BERTERIAK Seorang wanita yang baru saja menjadi korban perkosaan datang melapor kepada polisi. Dia lalu bercerita tentang kronologis peristiwa yang baru saja dialaminya. ''Saat itu saya sedang berjalan di sebuah jalan kecil ketika parpol lawan politik saya sedang berteriak-teriak berkampanye di jalan-jalan. Tiba-tiba ada dua laki-laki yang menyerang saya. Mereka lalu merobek pakaian saya dan kemudian memperkosa saya. Peristiwa itu benar-benar mengerikan,'' jelasnya. ''Mengapa Anda tidak berteriak-teriak minta tolong?'' tanya polisi yang menerima laporan itu. ''Maaf, Pak. Kalau saya berteriak-teriak, nanti saya dikira pendukung parpol lawan politik saya itu. GOLPUT PILKADA Dono dan Doni, dua sahabat, sedang asyik berdiskusi tentang pilkada yang segera dilaksanakan di kotanya. ''Saya tidak ingin mencoblos salah satu pasangan calon yang dijagokan parpol itu,'' kata Dono membuka pembicaraan siang itu. ''Lho kenapa Anda memilih jadi golput?'' tanya Doni. ''Bagaimana saya mau mencoblos. Wong saya tidak banyak tahu tentang kebaikan pasangan calon yang diusung parpol-parpol itu. ''Kalau Anda sendiri gimana,'' tanya Dono. ''Saya sendiri juga tidak tahu pasangan mana yang harus saya coblos. Soalnya, saya tahu banyak tentang keburukan semua pasangan calon dan parpol-parpol yang menjagokan mereka itu,'' kata Doni. PERILAKU BIROKRASI Ada seorang pegawai negeri baru yang rajin mencatat kesan-kesannya selama dia berkarir di birokrasi. Yang dia catat umumnya tentang perilaku para PNS di kantornya. Inilah sebagian dari catatan hariannya yang disimpulkan setiap akhir tahun: Selama tahun pertama: ''Saya menganggap semua orang baik.'' Tahun kedua: ''Hanya beberapa pegawai saja yang baik.'' Tahun ketiga: ''Banyak pegawai yang brengsek.'' Tahun keempat: ''Jumlah orang yang brengsek lebih banyak daripada yang baik-baik.'' Kesimpulan tahun kelima: ''Semua orang brengsek, dan saya akhirnya ikut brengsek juga daripada tidak kebagian dan dikucilkan.'' BEDA PEJABAT DAN ROBIN HOOD ''Apa beda antara pejabat yang korup dengan Robin Hood?'' tanya Kasan kepada temannya, Ali, dalam sebuah obrolan ringan. ''Ya jelas beda dong. Kalau Robin Hood, dia merampok harta kekayaan dari orang-orang kaya untuk membantu warga miskin,'' kata Ali. ''Kalau pejabat korup?'' tanya Kasan. ''Kalau pejabat korup, dia merampok uang rakyat, tidak peduli rakyat kaya atau miskin, dan membuat rakyat miskin menjadi semakin miskin,'' jelas Ali. DI KANTOR DI RUMAH SAMA Sudah menjadi rahasia umum bahwa pegawai pemerintah banyak nganggurnya di kantor. Paling-paling ngobrol dan ngrumpi sesama teman, atau baca-baca koran. Suatu pagi, jam 08.00 WIB, seorang pejabat asyik membaca koran di ruang tamu di rumahnya. ''Tolong bikinkan saya kopi lagi,'' katanya. Istrinya yang duduk agak jauh segera meresponnya. ''Bukankah sekarang ini mestinya Bapak sudah di kantor,'' kata sang istri. ''Oh, saya pikir saya ini sedang di kantor,'' kata si pejabat itu sambil beranjak berdiri. |
| Miau December 8, 2006 11:10 AM PST Oalah, koq jadi guyon gini bagus jg, buat obat penghilang stress hhhheeeeee | ||
| Leave a Comment: |